Skip to content

Dialog Manama dan Ketertindasan Rakyat Bahrain

December 9, 2012

#Bahrain,#Manama,Bahraini Shia Muslim protesters demonstrate in solidarity with #political prisoners and against the government in the village of #Malikiya, south of Manama, on December 4, 2012.

William Hague, menteri luar negeri Inggri tiba di Bahrain untuk mengikuti Dialog Manma 2012. Hadir pula bersama Hague, Lord Astor, deputi Departemen Pertahanan Inggris di parlemen dan Jend. Sir David Richard, kepala staf gabungan militer Inggris.

Agenda utama Dialog Manama 2012 adalah krisis dan transformasi Suriah. Para peserta mengklaim bahwa mereka dari 28 negara dunia datang ke Bahrain. Selain agenda di atas akan dibahas juga berbagai isu lainnya seperti perang anti terorisme, sektarianisme di kawasan dan keamanan Selat Hormuz. Uniknya, di Dialog Manama ini tidak tercantum agenda pembicaraan mengenai pelanggaran hak dasar dan kebebasan warga Bahrain oleh rezim al-Khalifa.

Pemerintah Barat termasuk Inggris tidak mengakui adanya Musim Semi Arab di Bahrain. Artinya negara Barat mengakui secara resmi tuntutan rakyat Tunisa dan Mesir untuk menggapai kebebasan politik dan keadilan ekonomi, namun mereka menyebut tuntutan serupa oleh rakyat Bahrain sebagai bentuk pemberontakan dan tindakan huru-hara.

Oleh karena itu, Barat menyebut dirinya sebagai pembela kubu oposisi di negara-negara seperti Mesir, Tunisia dan Suriah, namun terkait Bahrain malah menyeru warga untuk bersabar menghadapi rezim Manama. Barat dalam reaksinya terhadap konflik antara pemerintah Suriah dan kubu oposisi berulang kali memprotes Moskow karena Rusia masih tetap saja komitmen terhadap kontrak senjatanya dengan Damaskus.

Di sisi lain, Barat termasuk Inggris tidak menghentikan pengiriman senjata kepada pemerintah Bahrain. Rezim al-Khalifa memanfaatkan senjata kiriman Barat untuk menumpas aksi damai warganya sendiri. Poin penting lainnya, Inggris di bulan Oktober tahun ini menandatangani kesepakatan pertahanan dengan Manama di tengah-tengah aksi demo warga. Hal ini dapat dicermati sebagai dukungan serius London terhadap rezim Manama dan aksi penumpasan terhadap kubu oposisi di negara ini.

Terlepas dari itu semua, di pertemuan tahun ini antara kedua menlu di London, William Hague secara resmi menyatakan dukungan Inggris terhadap rezim al-Khalifa di Bahrain. Mereaksi dukungan ini, Pangeran Mahkota Salman bin Hamad bin Isa al-Khalifa Jumat malam (7/12) saat membuka Dialog Manama 2012 di bagian pidatonya khusus memuji Inggris.

Pangeran Salman menandaskan, “Kalian (Inggris) terdepan dari negara Barat dalam mendukung kami.” Ia pun mengucapkan terima kasih kepada London yang telah membantu mereformasi sistem peradilan dan kepolisian Bahrain.

Di sisi lain, sejumlah kubu oposisi Bahrain menyatakan, selain militer Arab Saudi, militer Inggris juga terlibat di operai penumpasan demo warga di Bahrain. Menyaksikan kinerja London ini, hal yang dilupakan di Dialogh Manama adalah tuntutan legal warga Bahrain untuk berpartisipasi lebih adil kubu mayoritas Syiah di pemerintahan yang selama ini dimonopoli oleh kubu minoritas Sunni dan rezim al-Khalifa.

Advertisements

Comments are closed.